SUNGAIPENUH - Bangunan gedung SMA Negeri 2 Kota Sungai Penuh terbakar. Kebakaran itu baru diketahui sekitar pukul 20.30 WIB, dimana saat itu api sudah mulai membesar. Berdasarkan pantauan Jambi Independent, di lokasi kejadian sekitar pukul 22.30 WIB, api belum bisa dipadamkan dan diperkirakan lebih dari 18 ruangan ludes terbakar.
Bahkan hingga berita ini diturunkan sekitar pukul 22.30 WIB, pemadam kebakaran terus melakukan pemadaman api. Bahkan, satu unit mobil water cannon milik Polres Kerinci dan mobil damkar dari Kabupaten Kerinci juga dikerahkan untuk melakukan pemadaman.
Warga setempat yang menyaksikan kebakaran mengungkapkan, kebakaran terjadi sekitar pukul 20.30 WIB, dimana sumber api berasal dari belakang. Diperkirakan sumber api berasal dari kantin atau gudang. “Kami disini lihat dari pertama, sumber api berasal dari gudang kalau tidak dari kantin,” ujar warga.
Menurutnya, api yang berasal dari belakang tersebut begitu cepat membesar. Bahkan, kurang dari satu jam, api langsung menjalar ke ruang lainnya. Termasuk sebuah mushalla dibelakang juga ikut terbakar. Plt Camat Pondok Tinggi Afrinal dilokasi kejadian mengungkapkan, hampir seluruh ruangan di SMA Negeri dua ludes terbakar. Dan yang tinggal hanya dua ruangan saja lagi, dimana, dua ruangan tersebut terpisah dari ruangan lainnya. “Hampir semua ruangan terbakar. Termasuk ruang kelas, ruang guru, ruang kepala sekolah, labor dan Mushalla,” ujarnya.
Berdasarkan perhitungan sementara, kata dia, jumlah ruangan yang terbakar sekitar 18 ruangan. Sementara itu, Walikota Sungai Penuh Prof DR Asyafri Jaya Bakri dilokasi kejadian tadi malam mengungkapkan, kebakaran SMA Negeri 2 Sungai Penuh ini menyebabkan hampir seluruh bangunan ludes terbakar. Bahkan, lanjutnya, untuk menyikapi kejadian tersebut, pihaknya akan melakukan rapat dengan seluruh pihak terkait. “Malam ini kita akan melakukan rapat dengan pihak terkait di Rumah Dinas, guna membahas ini,” ujar Walikota Sungaipenuh.
Menurutnya, persoalan kebakaran ini sangat memprihatikan, sebab, dalam waktu dekat ini, siswa SMA akan melakukan ujian akhir. “Ini merupakan masalah yang serius. Menghadapi anak-anak mau ujian. Itu yang mendesak,” ujarnya Menyikapi persoalan kebakaran tersebut, dirinya mengaku sudah melaporkannya kepada Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jambi.
Berdasarkan petunjuk Kadis Pendidikan, supaya Pemerintah Kota Sungaipenuh untuk melaporkan kejadian itu kepada Diknas dengan dasar adanya laporan dari polisi. “Menyangkut pembangunan SMAN 2 kedepan kita sudah mendapatkan pentunjuk dari Diknas. Kita diminta laporan dari pihak kepolisian. Dan diknas akan mengirim konsultan untuk menghitung kerugiannya,” terangnya.
Ditambahkannya, supaya belajar mengajar siswa SMA Negeri 2 Sungaipenuh tidak terganggu, maka, dirinya baru merencanakan akan menempatkan siswa itu untuk belajar di Gedung Nasional Sungai Penuh atau ditempat yang lainnya. “Iya, ini yang kita pikirkan betul dan akan dibahas dalam rapat setelah ini. Apakah di gedung nasional atau ditempat yang lain yang memungkinkan
Rabu, 12 Maret 2014
SUNGAIPENUH - Bangunan gedung SMA Negeri 2 Kota Sungai Penuh terbakar. Kebakaran itu baru diketahui sekitar pukul 20.30 WIB, dimana saat itu api sudah mulai membesar. Berdasarkan pantauan Jambi Independent, di lokasi kejadian sekitar pukul 22.30 WIB, api belum bisa dipadamkan dan diperkirakan lebih dari 18 ruangan ludes terbakar.
Bahkan hingga berita ini diturunkan sekitar pukul 22.30 WIB, pemadam kebakaran terus melakukan pemadaman api. Bahkan, satu unit mobil water cannon milik Polres Kerinci dan mobil damkar dari Kabupaten Kerinci juga dikerahkan untuk melakukan pemadaman.
Warga setempat yang menyaksikan kebakaran mengungkapkan, kebakaran terjadi sekitar pukul 20.30 WIB, dimana sumber api berasal dari belakang. Diperkirakan sumber api berasal dari kantin atau gudang. “Kami disini lihat dari pertama, sumber api berasal dari gudang kalau tidak dari kantin,” ujar warga.
Menurutnya, api yang berasal dari belakang tersebut begitu cepat membesar. Bahkan, kurang dari satu jam, api langsung menjalar ke ruang lainnya. Termasuk sebuah mushalla dibelakang juga ikut terbakar. Plt Camat Pondok Tinggi Afrinal dilokasi kejadian mengungkapkan, hampir seluruh ruangan di SMA Negeri dua ludes terbakar. Dan yang tinggal hanya dua ruangan saja lagi, dimana, dua ruangan tersebut terpisah dari ruangan lainnya. “Hampir semua ruangan terbakar. Termasuk ruang kelas, ruang guru, ruang kepala sekolah, labor dan Mushalla,” ujarnya.
Berdasarkan perhitungan sementara, kata dia, jumlah ruangan yang terbakar sekitar 18 ruangan. Sementara itu, Walikota Sungai Penuh Prof DR Asyafri Jaya Bakri dilokasi kejadian tadi malam mengungkapkan, kebakaran SMA Negeri 2 Sungai Penuh ini menyebabkan hampir seluruh bangunan ludes terbakar. Bahkan, lanjutnya, untuk menyikapi kejadian tersebut, pihaknya akan melakukan rapat dengan seluruh pihak terkait. “Malam ini kita akan melakukan rapat dengan pihak terkait di Rumah Dinas, guna membahas ini,” ujar Walikota Sungaipenuh.
Menurutnya, persoalan kebakaran ini sangat memprihatikan, sebab, dalam waktu dekat ini, siswa SMA akan melakukan ujian akhir. “Ini merupakan masalah yang serius. Menghadapi anak-anak mau ujian. Itu yang mendesak,” ujarnya Menyikapi persoalan kebakaran tersebut, dirinya mengaku sudah melaporkannya kepada Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jambi.
Berdasarkan petunjuk Kadis Pendidikan, supaya Pemerintah Kota Sungaipenuh untuk melaporkan kejadian itu kepada Diknas dengan dasar adanya laporan dari polisi. “Menyangkut pembangunan SMAN 2 kedepan kita sudah mendapatkan pentunjuk dari Diknas. Kita diminta laporan dari pihak kepolisian. Dan diknas akan mengirim konsultan untuk menghitung kerugiannya,” terangnya.
Ditambahkannya, supaya belajar mengajar siswa SMA Negeri 2 Sungaipenuh tidak terganggu, maka, dirinya baru merencanakan akan menempatkan siswa itu untuk belajar di Gedung Nasional Sungai Penuh atau ditempat yang lainnya. “Iya, ini yang kita pikirkan betul dan akan dibahas dalam rapat setelah ini. Apakah di gedung nasional atau ditempat yang lain yang memungkinkan
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar